Bab 5: Ilmuwan Yang Meyakini Keberadaan Tuhan (2/2)Para Ilmuwan Modern Yang Meyakini Keberadaan Turhan
Kemajuan besar dicapai sains pada abad ke-20, dan banyak penemuan, yang selama bertahun-tahun tidak di-ketahui, terungkap. Kemajuan yang dicapai sains menun-jukkan satu fakta dengan jelas: fakta penciptaan.
Setiap penemuan ilmiah menunjukkan kesempurnaan rancangan, keteraturan, dan perencanaan, pada setiap bagian alam, baik hidup maupun tidak. Dengan menyaksi-kan sendiri kebenaran ini, banyak ilmuwan memahami bahwa rancangan seluruh alam semesta adalah buah dari pengetahuan mahatinggi dan maju untuk menegaskan fakta penciptaan, karena menyadari bahwa segalanya telah diciptakan oleh Tuhan Yang Mahabesar.
Sekarang, banyak organisasi akademis terhormat di Barat, terutama di Amerika Serikat, yang dibangun oleh para ilmuwan beriman. Lembaga-lembaga ini bekerja untuk memperjelas bahwa bukti ilmiah menegaskan rancangan sempurna alam semesta.
Sebagian ilmuwan beriman di masa kini, yang diakui karena prestasi ilmiahnya, adalah sebagai berikut:
Dr. Henry Fritz Schaefer
Dr. Fritz Schaefer adalah guru besar kimia pada Graham Perdue, dan direktur Center for Computational Quantum Chemistry, di Universitas Georgia. Dia dinominasikan untuk Penghargaan Nobel, dan baru-baru ini disebut sebagai ahli kimia ketiga di dunia yang paling sering dikutip. Schaefer, sebagai ilmuwan beriman, berhasrat lebih mengenal Tuhan melalui pencarian ilmiahnya. Seperti yang dikatakannya:
Isaac Bashevis Singer
Singer, ahli fisika terkemuka saat ini, menolak teori evolusi dan percaya kepada Tuhan. Pada sebuah konfe-rensi, dia mengkritik teori evolusi dengan kisah yang sangat menarik: "Beberapa ilmuwan menemukan sebuah pulau kosong. Para ilmuwan yang menginjakkan kaki di pulau itu terkesan dengan apa yang mereka lihat di sana. Mereka terpesona oleh hutan rimba dan binatang-binatang buas. Mereka mendaki bukit yang tinggi dan mengamati sekitar mereka. Mereka tidak menemukan tanda-tanda peradaban sedikit pun di pulau tersebut. Tetapi ketika mereka kem-bali ke kapal, mereka menemukan sebuah jam tangan masih baru di pantai. Jam itu masih berfungsi sempurna. Benda itu membangkitkan minat para ilmuwan. Bagaimana jam tangan itu ada di sini? Mereka tahu pasti, tidak ada orang yang pernah menginjakkan kaki di pulau itu sebelum mereka. Jadi, tinggal satu kemungkinan. Jam ini, dengan ban kulit yang halus, kaca, batere dan bagian-bagian lainnya, muncul secara kebetulan di pulau ini dan tergeletak di pantai. Tidak ada alternatif lain." Untuk menegaskan khayalan evolusionis, Singer mengakhiri ceritanya dengan kalimat: "Setiap jam pasti ada pembuatnya."111
Segala sesuatu di alam semesta, hidup ataupun tidak, memiliki rancangan unggul dan keteraturan sempurna. Karenanya, tidak ada yang muncul secara kebetulan. Jelas bahwa segalanya adalah ciptaan Pencipta Yang Mahakuasa. Mayoritas ilmuwan modern, seperti Singer, meng-gunakan kesempurnaan dan keteraturan itu untuk menunjukkan pada semua orang bahwa itu adalah ciptaan Tuhan.
Malcolm Duncan Winter, Jr.
Prof. Winter, yang menerima gelar M.D.-nya dalam kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern, juga percaya bahwa alam semesta dan manusia diciptakan oleh Pencipta Mahatinggi. Dia menjelaskan pendapatnya itu dalam tulisan-tulisannya:
William Phillips
Philips, yang mendapatkan Penghargaan Nobel sebelum usia 50 tahun, untuk pengembangan metode pendinginan dan perangkap atom dengan cahaya laser, adalah ilmuwan beragama. Pada koferensi pers setelah pengumuman kemenangannya atas Hadiah Nobel, dia berkata:
Prof. Dale Swartzendruber
Prof. Swartzendruber, yang pernah bekerja sebagai asisten peneliti tanah di Universitas California, dan kemudian menjadi dosen ilmu tanah di Universitas Purdue, juga menjadi anggota Masyarakat Ilmu Tanah Amerika. Prof. Swartzendruber menunjukkan, dengan pernyataan berikut, bahwa alam semesta tidak mungkin terbentuk secara kebetulan, tetapi merupakan karya Sang Pencipta:
William Dembski
Bidang penelitian yang ditekuni Dembski, salah seorang ilmuwan matematika terkemuka saat ini, mencakup disiplin ilmu yang luas, dari filsafat sampai teologi. Dembski menegaskan bahwa sains adalah usaha untuk memahami dunia, dan ilmuwan tak lain adalah penemu dalam pencarian ini. Dia mengemukakan sebagian pandangannya sebagai berikut:
Prof. Stephen Meyer
Mayer adalah dosen filsafat di Whitworth College. Dia memercayai penciptaan dan telah menghasilkan banyak karya tulis tentang hal ini. Dalam beberapa tulisannya, dia berpendapat bahwa alam semesta adalah produk rancangan cerdas, dan bahwa alam memberikan kesaksian untuk ke-nyataan itu. Dalam salah satu artikelnya, dia mengacu pada rancangan sel dan berkata:
Prof. Walter L. Bradley
Walter Bradley, yang sekarang menjadi guru besar di jurusan teknik mesin, Universitas A&M Texas, adalah penulis The Mystery of Life's Origin. Dia percaya bahwa kosmos dan segala sesuatu, baik makluk hidup maupun benda mati, adalah hasil rancangan, dan bahwa bukti untuk itu berkembang di mana-mana.
Kata-kata Bradley mengungkapkan kepercayaannya akan keberadaan Pencipta:
Pada musim semi tahun 1987, saya bersedia memberikan ceramah ajaran Kristen dan sains di Universitas Cornell. Saya memutuskan untuk bereksperimen dengan tingkat perlakuan masyarakat luas terhadap bukti ilmiah untuk keberadaan Tuhan. Ternyata bukti berlimpah ruah untuk keberadaan Pencipta Mahacerdas.117
Earl Chester Rex
Dr. Allan Sandage
Dr. Allan Sandage, salah seorang ahli astronomi terkemuka saat ini, memilih untuk menerima Tuhan pada usia 50 tahun. Dalam wawancara yang diterbitkan majalah Newsweek, dengan judul "Sains Menemukan Tuhan," sebagai liputan utama, Sandage menjelaskan mengapa dia menerima agama:
Sains-lah yang mengarahkan saya pada kesimpulan bahwa dunia terlalu rumit daripada yang dapat dijelaskan sains. Hanya melalui supranatural saya dapat memahami misteri eksistensi. 119
Prof. Cecil Boyce Hamann
Hamann, yang menjadi anggota dewan pengajar di Greenville College, Universitas Kentucky, dan Fakultas Kedokteran Universitas St. Louis, sekarang mengajarkan biologi di Asbury College. Dia adalah ilmuwan dengan kepercayaan yang kuat kepada Tuhan. Hamann menyatakan sebagai berikut:
Paul Ernest Adolph
Prof. Adolph, mantan dosen anatomi di Universitas St. John, adalah anggota The Fellow of American College of Surgeons. Dia menyatakan keyakinannya yang kuat adalah berkat penelitian ilmiahnya. Prof. Adolph pernah berkata tentang keyakinannya:
Lester John Zimmerman
Prof. Zimmerman, yang meneriam gelar Ph.D.-nya dari Universitas Purdue, dan menjadi guru besar pertanian dan matematika di Goshen College, menyatakan kepercayaannya kepada Tuhan sebagai berikut:
Enrico Medi
Enrico Medi, ilmuwan terkemuka Italia, membicarakan banyak keajaiban yang ditemukan ilmuwan dan kesimpulan yang pada akhirnya dicapainya, pada koferensi internasional di Roma tahun 1971:
Wayne U. Ault
Prof. Ault mendapatkan gelar pascasarjana dari Universitas Columbia, dan menjadi anggota peneliti Laboratorium Geokimia, New York. Prof. Ault menyatakan bahwa penelitian ilmiah menguatkan keimanan seseorang kepada Tuhan:
Prof. Michael P. Girouard
Michael Girouard, guru besar biologi Universitas Loui-siana Selatan, percaya bahwa kehidupan tidak mungkin terj-adi secara kebetulan, dan bahwa struktur yang sempurna dan sangat kompleks pada protein dan sel unit dasar kehidupan semuanya diciptakan Tuhan.
Dalam ceramah yang berjudul, "Is it Possible Life To Emerge by Coincidences?" (Mungkinkah kehidupan Muncul secara Kebetulan?), yang dipresentasikannya pada seminar internasional kedua, bertema "The Collapse of the Theory of Evolution: The Fact of Creation" (Keruntuhan Teori Evolusi: Fakta Penciptaan), yang diselenggarakan oleh Science Research Fundation pada tanggal 5 Juli 1998 di Istanbul, Prof. Girouard mendukung pendapat tersebut dengan bukti ilmiah, dan menutup ceramahnya sebagai berikut:
Konstruksi makhluk hidup jauh lebih rumit daripada hasil yang diperoleh dalam eksperimen laboratorium. Jika kita kembali pada hukum-hukum kimia dan fisika untuk men-dapatkan penjelasan, inilah yang kita pelajari: Pasti ada Zat Mahapandai, Pencipta; Sang Pencipta yang merumuskan hukum-hukum ini. Ini adalah penjelasan yang paling ilmiah. Hukum-hukum fisika dan kimia memaparkan kepada kita dengan pasti bahwa evolusi dan pembentukan makh-luk hidup dari benda mati adalah mustahil. Dengan demikian, temuan-temuan ilmiah ini tidak hanya mengakhiri ceramah saya, tetapi juga mengakhiri evolusi.125
Prof. Edward Boudreaux
Dr. Edward Boudreaux, guru besar kimia Universitas New Orleans, percaya bahwa unsur-unsur kimia pasti disusun dengan sengaja oleh Tuhan agar kehidupan terbentuk. Prof. Boudreaux berkata dalam ceramahnya berjudul "The Design in Chemistry", yang di-sampaikan pada konferensi internasional kedua, bertema "The Collapse of the Theory of Evolution: The Fact of Creation", yang diselenggarakan di Istanbul, bahwa "Dunia tempat kita hidup, dan hukum-hukum alamnya secara tepat telah diatur oleh Pencipta untuk kepentingan kita, manusia".126
Prof. Kenneth Cumming
Prof. Kenneth Cumming, ilmuwan dunia terkemuka dari Institute for Creation Research di Amerika Serikat, adalah seorang ahli biokimia dan paleontologi. Dia menyatakan bahwa dia menentang teori evolusi dan memercayai eksistensi Tuhan.
Prof. Carl Fliermans
Prof. Carl Fliermans, ilmuwan yang dikenal luas di Amerika, adalah guru besar mikrobiologi Universitas Indiana. Dia melakukan penelitian tentang "netralisasi sampah kimia dengan bakteri" yang disponsori oleh Departemen Pertahanan Amerika. Pada konferensi "The Collapse Theory of Evolution: The Fact of Creation", yang dihadirinya di Istanbul, dia menolak klaim evolusi dalam dunia biokimia. Dalam ceramahnya, dia mengemukakan kepercayaannya kepada Tuhan sebagai berikut:
Prof. David Menton
Prof. David Menton, yang me-negaskan kepercayaannya kepada Tuhan dengan mengatakan, "Saya telah meneliti anatomi makhluk hidup selama 30 tahun. Setiap kali, saya berhadapan dengan realitas penciptaan Tuhan yang sem-purna."129, adalah seorang guru besar anatomi Universitas Washington.
Prof. John Morris
Professor Morris, ahli geologi terkenal, adalah presiden Institute for Creation Research, sebuah organisasi paling produktif di Amerika yang dibentuk oleh para ilmuwan pendukung penciptaan. Dalam ceramahnya, Prof. Morris merujuk keyakinannya kepada Tuhan, dan kepercayaannya bahwa teori evolusi telah diruntuhkan oleh sains:
Arthur Peacocke
Arthur Peacocke, yang disiplin ilmu utamanya adalah biokimia, adalah direktur Ian Ramsey Centre di Universitas Oxford. Dia menyatakan kepercayaannya kepada Tuhan sebagai berikut:
Albert McCombs Winchester
Setelah menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Texas, Prof. Winchester bekerja sebagai guru besar biologi di Universitas Baylor, dan menjadi presiden Academi Sains Florida. Dia berpendapat bahwa penelitian ilmiah menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan:
Mehdi Golshani
Ahli fisika, Mehdi Golshani, dari Universitas Teknologi Sharif di Tehran, dalam wawancaranya dengan Newsweek, menjabarkan kepercayaannya kepada Tuhan dan bahwa penelitian ilmiah saling melengkapi dengan agama:
Prof. Edwin Fast
Setelah menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Oklahoma, dan mengajar pada universitas yang sama di jurusan fisika, Prof. Fast berpendapat bahwa sangat tidak mungkin bagi atom, bahan dasar materi, untuk bersatu secara spontan membentuk seluruh alam semesta dan makhluk hidup. Dia menyatakan kepercayaannya akan penciptaan sebagai berikut:
Charles H. Townes
Townes, yang menemukan prinsip di belakang laser, melakukan studinya di Universitas Berkeley. Townes menyatakan kepercayaannya kepada Tuhan demikian:
Sebagai orang yang religius, saya merasakan dengan kuat kehadiran dan tindakan Zat Pencipta yang jauh di luar diriku tetapi selalu akrab dan dekat.135
John Polkinghorne
John Polkinghorne, yang mempunyai karir cemerlang dalam bidang fisika partikel di Universitas Cambridge, membuat pernyataan berikut dalam sebuah wawancara dengan Newsweek:
Hugh Ross
Hugh Ross, yang mendapatkan gelar Ph.D dalam astronomi dari Universitas Toronto, adalah presiden "Reasons to Believe", institusi kreasio-nis di Amerika Serikat. Dia banyak menulis karya tentang hubungan antara kosmologi dan penciptaan. Beberapa di antaranya adalah : The Creator and The Cosmos, Creation and Time, dan Beyond The Cosmos. Sebagian pendapat Ross tentang penciptaan alam semesta oleh Pencipta Tunggal, adalah sebagai berikut:
Prof. Dr. Duane Gish
Duane Gish, yang memperoleh gelar Ph.D. dalam biokimia dari Universitas California, Berkeley, adalah ilmuwan terhormat yang dikenal karena keimanannya, serta penentangannya terhadap teori evolusi. Gish banyak memberikan ceramah di pelbagai seminar tentang ketidakvalidan teori evolusi, dan dia adalah salah seorang pendukung kreasionis terkemuka di dunia saat ini.
Prof. Gish telah tiga kali berpartisipasi sebagai pem-bicara pada seminar internasional bertema, "The Collapse of Evolution: The Fact of Creation", yang diselenggarakan pada tahun 1998 di Turki. Mengenai runtuhnya teori evolusi dan keyakinannya yang kuat pada penciptaan, menurut Gish:
Teori evolusi sedang mengalami krisis tanpa akhir. Sebaliknya, gagasan kreasionisme didukung bukti nyata. Hari ini, beribu-ribu ilmuwan mendapati bahwa gagasan penciptaan semakin meyakinkan.139
Dr. Pierre Gunnar Jerlstrom
Jerlstrom, yang menerima Ph.D. dalam bidang biologi molekuler dari Universitas Griffith, telah mengadakan banyak studi dalam bidangnya, dan telah dianugerahi beberapa penghargaan ilmiah. Artikel-artikel Dr. Jelstrom dipublikasikan di pelbagai jurnal ilmiah. Dia juga dikenal karena kepercayaannya akan penciptaan.
Dr. Stephen Grocott
Graccot mendapatkan gelar Ph.D. dari Universitas Australia, dalam bidang kimia organometalik dari senyawa logam kompleks yang bersifat optik aktif (organometallic chemistry of optically active metal complexes.) Dia bekerja bertahun-tahun sebagai ilmuwan peneliti dalam bidang penyulingan alumunium, kimia lingkungan, kimia analitik dan kimia industri. Dia memublikasikan banyak karya ilmiah dalam bidang-bidang ini. Setelah bertahun-tahun menjadi evolusionis pasif, dia terpesona oleh kelogisan, kelengkapan, dan banyaknya bukti ilmiah yang mendukung Penciptaan Khusus. Gracot juga seorang pembicara publik yang dinamis tentang topik ini.
Dmitry Kouznetsov
Dr. Emil Silvestru
Dr. Emil Silvestru telah bekerja sebagai lektor di Universitas Babes-Bolyai, Rumania. Sebagai ahli geologi gua dunia terkemuka, dia telah memublikasikan banyak karya ilmiah dalam jurnal akademik di seluruh dunia. Sampai sekarang, dia menjabat sebagai ilmuwan kepala di institut speleologi pertama dunia (speleologi = studi tentang gua). Dia seorang ilmuwan kreasionis.
Dr. Andre Eggen
Dr. Andre Eggen, yang telah mengadakan banyak penelitian tentang genetika binatang, telah bekerja sebagai ilmuwan peneliti untuk pemerintah Prancis. Eggen percaya akan penciptaan.
Dr. Ian Macreadie
Dr. Ian Macreadie adalah ahli biologi molekuler yang telah melakukan penelitian luas tentang biologi molekuler dan mikrobiologi. Penulis lebih dari 60 paper penelitian ini menjadi pimpinan ilmuwan peneliti di Biomolecular Research Institute of Australia's Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO). Dr. Macreadie, yang percaya akan penciptaan, juga menerima anugerah tertinggi dari Australian Society for Microbiology, karena kontribusinya yang luar biasa terhadap penelitian.
Prof. Andrew Conway Ivy
Andrew Ivy, salah satu ahli fisiologi terkenal di dunia, adalah ketua jurusan Fisiologi dan Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern antara tahun 1925-1946. Prof. Ivy adalah wakil presiden Universitas Illinois dari tahun 1946 sampai 1953, kemudian menjabat sebagai guru besar kehormatan fisiologi dan ketua jurusan ilmu klinis Universitas Illinois, Sekolah Kedokteran, Chicago. Ketika ditanya, "Apakah ada pencipta yang menciptakan alam semesta?" dia menjawab "Ya, saya sangat yakin akan keberadaan Tuhan seyakin saya akan apa pun," dan lanjutnya:
Dr. Raymond Jones
Dr. Jones telah bekerja selama bertahun-tahun di lembaga ilmiah pemerintah Australia, CSIRO. Dia lebih dikenal karena memecahkan masalah Leucaena, yang telah menghasilkan jutaan dolar bagi industri pertanian Australia. Jones adalah seorang ilmuwan kreasionis.
Jules H. Poirier
Jules H. Poirer telah bekerja bagi Angkatan Laut Amerika Serikat sebagai spesialis senior perancangan elektronika untuk proyek-proyek penting pertahanan dan ruang angkasa. Dia mempelajari teknik elektro, fisika dan matematika di Universitas California, Berkeley. Sepanjang karier profesionalnya, Jules Poirer telah berjasa memberikan banyak solusi dan inovasi rancangan, yang membantu pertahanan dan program luar angkasa AS. Menemukan sifat-sifat cerdas pada binatang, poirier menyimpulkan bahwa mereka pasti diciptakan oleh Pencipta. Dia adalah penulis From Darkness to Light to Flight: Monarch the Miracle Butterfly, dengan bahasan yang mendetail.
Michael J. Behe
Michael J. Behe adalah salah seorang ilmu-wan terkemuka yang percaya bahwa alam dan semua makluk hidup adalah karya dengan pe-rancangan cerdas. Behe adalah guru besar bio-kimia Universitas Lehigh di Pennsylvania. Dia telah memublikasikan banyak artikel di koran-koran terkemuka seperti New York Times dan Boston Review. Behe adalah penulis buku Darwin's Black Box, yang telah membuktikan bahwa secara bio-logis teori evolusi tidak bisa dibenarkan. Buku ini beredar lebih dari 80 kali cetak ulang di seluruh dunia.
Behe membuktikan invaliditas teori evolusi dengan konsep yang disebutnya "irreducible complexity" (komplek-sitas yang tidak dapat diperkecil). Menurut gagasan ini, banyak organ terdiri dari bagian-bagian yang cocok dan saling berinteraksi sehingga menghasilkan fungsi dasar. Pemindahan satu bagian saja menyebabkan sistem berhenti berfungsi sama sekali. Untuk alasan ini, perkembangan kebetulan atau sedikit demi sedikit merupakan hal yang mustahil.
Dalam Darwin's Black Box, Behe menulis:
Mereka dirancang bukan oleh hukum-hukum alam, tidak juga oleh peristiwa kebetulan dan keterpaksaan, tetapi mereka direncanakan. Sang Perancang sudah mengetahui seperti apa rupa sistem itu setelah terbentuk nanti, kemudian mengambil langkah-langkah untuk mencipta-kan sistem itu. Kehidupan di bumi pada tingkatannya yang paling fundamental, dalam komponennya yang sangat kritis, adalah produk aktivitas cerdas. Kesimpulan rancangan cerdas mengalir alami dari data itu sendiri… Menyimpulkan bahwa sistem biokimia dirancang oleh agen cerdas adalah proses monoton yang tidak membutuh-kan prinsip-prinsip logika dan ilmiah yang baru. Ia muncul hanya dari kerja keras yang telah dilakukan biokimia selama 40 tahun belakangan, yang dikombinasikan dengan pemikiran cermat tentang bagaimana kita mencapai kesimpulan penciptaan setiap hari.142
Philip Johnson
Johnson, yang mengajar hukum di Universitas California, Berkeley, telah melakukan penelitian ekstensif mengenai aspek ideologis teori evolusi. Johnson adalah penulis tiga buku mengenai hal ini, berjudul Darwin in Trial, Reason in the Balance, dan Objection Sustained, di samping dua bukunya yang tebal tentang hukum kriminal, dan banyak artikel. Johnson dikenal karena perlawanannya yang kuat terhadap teori evolusi, juga ilmuwan yang percaya kepada Tuhan. Kepercayaan dan pencarian Johnson terlihat jelas dalam kata-katanya:
… Saya ingin menyusun perlawanan terhadap evolusi materialistik. Marilah kita bersatu di sekitar Pencipta.143
Charles Birch
Charles Birch adalah guru besar emeritus Universitas Sidney, Australia. Dia dikenal karena kepercayaannya yang kuat akan penciptaan. Dia dianugerahi Penghargaan Templeton untuk Kemajuan dalam Agama, pada tahun 1990. Kepercayaannya terungkap dalam pernyataannya berikut:
S. Jocelyn Bell Burnell
Jocelyn Bell Burnell adalah guru besar fisika Universitas Terbuka di Inggris, sekaligus ketua jurusan. Sebagai ahli astronomi, dia adalah salah satu penemu bintang berputar yang disebut pulsar. Burnell, yang mempunyai kepercayaan kuat kepada Tuhan, menulis:
Saya percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa dan Maha Mengetahui, tetapi juga Pengasih dan Pengampun… Saya yakin Tuhan itu ada.145
Prof. Owen Gingerich
Owen Gingerich adalah guru besar astronomi dan sejarah sains di Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian, Cambridge, Massachusetts. Dia mempunyai keyakinan mendalam kepada Tuhan, yang dinyatakan dalam perkataannya:
Prof. Carl Friedrich von Weizsacker
Von Weizsacker, ahli fisika dan filosof, adalah guru besar Lembaga Max-Planck di Jerman. Dia mengekspresikan kepercayaannya kepada Tuhan sebagai berikut:
Prof. David Berlinski
David Berlinski, yang memperoleh gelar Ph.D dalam matematika dari Universitas Princeton, percaya bahwa makhluk hidup tidak berevolusi, tetapi mereka merupakan hasil rancangan cerdas. Dalam karya-karyanya, Berlinski sering merujuk Tuhan sebagai pencipta rancangan ini. Kutipan Berlinski di bawah ini adalah contohnya:
Prof. William Lane Craig
William Craig memperoleh gelar doktornya dalam filsafat dari Universitas Birmingham, Inggris, sebelum mendapatkan gelar doktor dalam teologi dari Universitas Ludwig Maximiliens, Munchen, Jerman Barat. Dia percaya bahwa alam semesta diciptakan Tuhan dengan maksud tertentu. Pandangan Craig tercermin dalam perkataannya:
Dr. Kurt Wise
Sigrid Hartwig Scherer
Siegfrid Hartwig Scherer, yang memperoleh gelar Ph.D. dalam bidang antropologi fisik dari Universitas Zurich, adalah penulis buku Ramapithecus-Vorfahr des Menschen? (Ramapithecus - Nenek Moyang Manusia?) Dalam karya-karyanya, dia menunjukkan bahwa reka-man fosil menolak teori evolusi, dan bahwa kera besar bukan nenek moyang manusia. Dia yakin bahwa semua makhluk adalah ciptaan Tuhan.
J.P. Moreland
J.P. Moreland, yang memperoleh Ph.D. dalam filsafat dari Universitas California Selatan, adalah ilmuwan berkeyakinan kuat, dan penulis buku Christianity and the Nature of Science, dan The Creation Hypothesis.
Paul A. Nelson
Dia menerima gelar Ph.D. dalam filsafat dari Univer-sitas Chicago. Dia adalah salah seorang ilmuwan yang per-caya bahwa kehidupan merupakan hasil rancangan cerdas.
Prof. Jonathan Wells
Jonathan Wells, yang memperoleh Ph.D. dalam studi keagamaan dari Yale, dan ahli biologi penelitian pasca-doktoral di jurusan biologi molekuler dan sel, Universitas California, Barkeley, adalah penulis Charles Hodge's Critique of Darwinism. Well berpendapat bahwa perkembangan sains terakhir menunjukkan bahwa kehidupan adalah hasil rancangan.
Dr. Don Batten
Don Batten telah melakukan penelitian ekstensif ten-tang fisiologi tumbuhan dan memenangi sejumlah penghar-gaan akademik untuk studi-studinya. Dia juga seorang ilmuwan yang taat dan percaya akan eksistensi Tuhan. Dia telah menulis sejumlah buku dan artikel tentang tanda-tanda penciptaan di bumi, di samping dalam bidangnya sen-diri, yaitu fisiologi tanaman. Dia juga berkeliling dunia un-tuk menyampaikan ceramah, menjelaskan isyarat Tuhan da-lam bahasa non-akademis. Ilmuwan Australia ini membe-rikan ceramah keliling pertamanya di Inggris pada 1995.
Dr. Werner Gitt
Dr. Gitt adalah direktur dan guru besar Institut Fisika dan Teknologi Federal Jerman (Physikalisch-Technische Bundesanstalt, Braunsschweig). Dia menulis banyak paper ilmiah dalam bidang ilmu informasi, matematika, dan teknik kontrol. Dr. Gitt, yang percaya akan pencip-taan, juga telah menulis banyak buku yang di dalamnya dia mengkritik teori evolusi. Judul-judul bukunya adalah Did God Use Evolution?, In the Beginning was Information, Stars and Their Purpose: Signposts in Space, dan If Animals Could Talk.
Dr. John Baumgardner
Dr. John Baumgardner, yang memperoleh Ph.D. dalam bidang geo-fisika dan fisika ruang angkasa dari Universitas Kalifornia, Los Angeles, menemukan kebuntuan teori evolusi berkat penelitiannya, dan mengakui penciptaan, meskipun dia telah menerima pendidikan evolusionis.
Prof. Dr. Donald Chittick
Prof. Dr. Donald Chittick menerima Ph.D. dalam bidang kimia fisik dari Oregon State University. Dia telah dianugerahi banyak penghargaan untuk penelitiannya. Dia memberikan ceramah dengan tema-tema seperti "Bukti Penciptaan" dan "Penciptaan dan Bumi Dini".
Dr. Gary E. Parker
Sambil menempuh M.S.-nya dalam bidang biologi/fisiologi di Ball State, Dr. Parker mendapatkan berbagai penghargaan akademis. Dia me-mulai kariernya sebagai seorang evolusionis. Berhadapan dengan bukti ilmiah meyakinkan yang mendukung penciptaan, Dr. Parker mening-galkan teori evolusi dan mengakui eksistensi Pencipta. Dia memubli-kasikan sejumlah buku tentang biologi dan sains penciptaan, serta memberikan ceramah tentang kreasionisme di berbagai belahan dunia.
Dr. Margaret Helder
Dr. Helder adalah seorang ilmuwan, ahli biologi, dan wakil presiden Creation Science Association of Alberta, Kanada. Dia juga wanita ter-kemuka dalam sains penciptaan. Dia telah menulis banyak artikel tentang tanda-tanda penciptaan di sekitar kita.
Prof. Dr. Jonathan D. Sarfati
Dr. Sarfati, yang mendapatkan Ph.D. dalam bidang kimia dari Univer-sitas Wellington, menjadi penulis-mitra banyak karya ilmiah dalam jurnal-jurnal ilmiah terkenal. Dia sudah lama tertarik untuk membela keimanan, dan sekarang menjadi ilmuwan peneliti aktif dalam kreasionisme.
Prof. Robert Matthews
Robert Matthews, sarjana fisika dari Universitas Oxford dan anggota Royal Statistical Society dan Royal Astronomical Society, menggambarkan keajaiban penciptaan Tuhan dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 1992:
Dr. Claude Tresmontant
Dr. Claude Tresmontant, dari Universitas Paris, dalam sebuah wawancaranya dengan majalah Realities, menggambarkan keyakinannya akan penciptaan, dan kepercayaannya bahwa bumi tidak mungkin muncul secara kebetulan:
Dr. Don Page
Don Page memperoleh Ph.D. dalam bidang fisika dari Institut Teknologi California pada tahun 1976, dan sejak saat itu bekerja dengan ilmuwan-ilmuwan terkemuka. Page percaya bahwa memahami alam semesta membantu menumbuhkan kesadaran akan kekuasaan dan pengetahuan Tuhan, meskipun tidak cukup untuk mengerti sepenuhnya.
Dr. Andrew Snelling
Dr. Snelling, Ph.D. dalam bidang geologi, telah terlibat dalam proyek-proyek penelitian dengan CSIRO (Commonwealth Scientific Industrial Research Organization), ANSTRO (Australian Nuclear Science and Technology Organization) dan banyak ilmuwan universitas di seluruh Australia, de-ngan para ilmuwan dari Amerika, Inggris, Jepang, Swedia, dan Badan Energi Atom Internasional. Sebagai hasil penelitian ini, Andrew terlibat dalam penulisan paper ilmiah yang dipublikasiakan dalam jurnal-jurnal ilmiah internasional. Dia dianugerahi sejumlah penghargaan untuk kontribusinya terhadap sains penciptaan, dan telah menulis banyak artikel tentang tanda-tanda penciptaan pada makhluk hidup.
Dr. Carl Wieland
Dr. Carl Wieland, seorang dokter medis yang meyakini kreasionisme, adalah pembicara yang sangat terkenal, banyak mengulas bukti ilmiah penciptaan. Dia juga menulis banyak artikel dengan tema itu, yang telah diterbitkan secara internasional.
Para Ilmuwan Modern Lainnya Yang Meyakini Keberadaan Tuhan
Catatan Kaki
78. Principia, Newton, 2nd edition; J. De Vries, Essentials of Physical Science, B. Eerdmans Pub.Co., Grand Rapids, SD, 1958, p.15
79. http://www.ldolphin.org/bum bulis/
80. http://www.ldolphin.org/bum bulis/
81. Dan Graves, Scientists of Faith, Kregel Resources, 1996, p. 26
82. “Great Aviation Quotes,” http://www.skygod.com/quotes/predictions.html
83. Michael Bumbulis, Christianity and The Birth of Science, http://www.ldolphin.org/bumbulis
84. First Book of Francis Bacon of the Proficience and Advancement of Learning Divine and Human
85. http://www.christianity.co.nz/ science4.htm
86. http://home.columbus.rr.com/ sciences/enlightened_belief_ history.htm
87. Henry M. Morris, Men of Science Men of God, Master Books, 1992, p.13
88. Johannes Kepler, quoted in: J.H. Tiner, Johannes Kepler-Giant of Faith and Science (Milford, Michigan: Mott Media, 1977), p. 197
89. Harmonice Mundi (Harmonies of the World), Johannes Kepler Gesammelte Werke, Munich, 1937, v. 6, p. 363
90. Dan Graves, Scientists of Faith, Kregel Resources, 1996, p. 51
91. Dan Graves, Scientists of Faith, Kregel Resources, 1996, p. 57
92. Henry M. Morris, Men of Science Men of God, Master Books, 1992, p.18
93. Dan Graves, Scientists of Faith, Kregel Resources, 1996, p. 66
94. Dan Graves, Scientists of Faith, Kregel Resources, 1996, p. 63
95. John Marks Templeton, Evidence of Purpose - Scientists Discover the Creator, Continuum, New York 1994, p.50
96. Dan Graves, Scientists of Faith, Kregel Resources, 1996, p. 70
97. Sir Isaac Newton, Mathematical Principles of Natural Philosophy, Translated by Andrew Motte, Revised by Florian Cajore, Great Books of the Western World 34, Robert Maynard Hutchins, Editor in chief, William Benton, Chicago, 1952:273-74
98. Henry M. Morris, Men of Science Men of God, Master Books, 1992, p.31
99. William Paley, Natural Theology; or, Evidences of the Existence and Attributes of the Deity Collected from the Appearances of Nature [Edinburgh, 1816], chapter 5, section 5, p.61
100. Henry M. Morris, Men of Science Men of God, Master Books, 1992, pp.38-39
101. Henry M. Morris, Men of Science Men of God, Master Books, 1992, p.53
102. Dan Graves, Scientists of Faith, Kregel Resources, 1996, p. 111
103. Henry M. Morris, Men of Science Men of God, Master Books, 1992, p.47
104. Henry M. Morris, Men of Science Men of God, Master Books, 1992, p.49
105. http://www.ucmp.berkeley.edu/ history/agassiz.html
106. Dan Graves, Scientists of Faith, Kregel Resources, 1996, p. 133
107. www.leaderu.com/offices/ schaefer/docs/scientists.html
108. Henry M. Morris, Men of Science Men of God, Master Books, 1992, p.59
109. Dan Graves, Scientists of Faith, Kregel Resources, 1996, p. 143
110. http://www.archimedesfoundation. org/quotes.html
111. Jean Guitton, Dieu et La Science: Vers Le Métaréalisme, Paris: Grasset, 1991, p. 5
112. www.leaderu.com/offices/ schaefer/docs/scientists.html
113. Henry M. Morris, Men of Science Men of God, Master Books, 1992, p.66
114. www.leaderu.com/offices/ schaefer/docs/scientists.html
115. Dan Graves, Scientists of Faith, Kregel Resources, 1996, p. 153
116. Henry M. Morris, Men of Science Men of God, Master Books, 1992, p.79
117. Gene Adair, George Washington Carver, pp. 82, 83
118. Sir James Jeans, in his Rede Lecture at Cambridge, reported in the Times, London, November 5, 1930
119. Sir James Jeans, The Mysterious Universe, New York: Macmillan Co., 1932/ Cambridge, England: University Press, 1932, p. 140.
120. Science, Philosophy and Religion, A Symposium, published by the Conference on Science, Philosophy and Religion in Their Relation to the Democratic Way of Life, Inc., New York, 1941
121. Quoted in Moszkowski, Conversations with Einstein, p. 46
122. Letter to a child who asked if scientists pray, January 24, 1936; Einstein Archive 42-601
123. Dan Graves, Scientists of Faith, Kregel Resources, 1996, p. 159
124. Henry M. Morris, Men of Science Men of God, Master Books, 1992, p.85
125. Dennis R. Petersen, Unlocking the Mysteries of Creation, Creation Resource Foundation: El Dorado, California, 1990, p. 63
126. “God and Science,” Jacques Maritain Center, http://www.nd.edu/Departments/Maritain/jm2404.htm
127. Max Planck, Where Is Science Going?, Allen & Unwin, 1933, p.214
128. Charles Coulson, Science and Christian Belief, p. 72
129. US News & World Report, December 23, 1991
130. Taskin Tuna, Sonsuz Uzaylar (Eternal Spaces), p. 31
131. John Clover Monsma, The Evidence of God in an Expanding Universe, pp. 182-183
132. www.leaderu.com/offices/ schaefer/docs/scientists.html
133. John Clover Monsma, The Evidence of God in an Expanding Universe, p. 191
134. William Dembski, The Act of Creation, Bridging Transcendence and Immanence, presented at Millstatt Forum, Strasbourg, France, 10 August 1998
135. Stephen C. Meyer, taken from his lecture titled "The Explanatory Power of Design: DNA and the Origin of Information", delivered at "Mere Creation: Reclaiming the Book of Nature", Conference on Design and Origins, Biola University, November 14-17, 1996
136. http://www.leaderu.com/ real/ri9403/evidence.html
137. John Clover Monsma, The Evidence of God in an Expanding Universe, p. 181
138. Sharon Begley with Marian Westley, “Science Finds God”, Newsweek, July, 20, 1998, p.46
139. John Clover Monsma, The Evidence of God in an Expanding Universe, p. 219
140. John Clover Monsma, The Evidence of God in an Expanding Universe, p. 212
141. John Clover Monsma, The Evidence of God in an Expanding Universe, p. 196
142.Acts of the Second International Catechetical Congress, Rome, 20-25, September 1971, Rome Studium, 1972 pp. 449-450
143. John Clover Monsma, The Evidence of God in an Expanding Universe, p. 211
144. Michael Girouard, taken from his lecture titled "Is it Possible for Life to Emerge by Coincidences?", delivered at the second international conference, named "The Collapse of the Theory of Evolution: The Fact of Creation", organized by the Science Research Foundation on July 5, 1998 in Istanbul, Turkey.
145. Edward Boudreaux, taken from his lecture titled "The Design in Chemistry", delivered at the second international conference, named "The Collapse of the Theory of Evolution: The Fact of Creation", organized by the Science Research Foundation on July 5, 1998 in Istanbul, Turkey.
146. Kenneth Cumming, taken from his lecture delivered at the first international conference, named "The Collapse of the Theory of Evolution: The Fact of Creation", organized by the Science Research Foundation on April 4, 1998 in Istanbul, Turkey.
147. Carl Fliermans, taken from his lecture delivered at the second international conference, named "The Collapse of the Theory of Evolution: The Fact of Creation", organized by the Science Research Foundation on July 5, 1998 in Istanbul, Turkey.
148. David Menton, taken from his lecture delivered at the second international conference, named "The Collapse of the Theory of Evolution: The Fact of Creation", organized by the Science Research Foundation on July 5, 1998 in Istanbul, Turkey.
149. John Morris, taken from his lecture delivered at the second international conference, named "The Collapse of the Theory of Evolution: The Fact of Creation", organized by the Science Research Foundation on July 5, 1998 in Istanbul, Turkey.
150. John Marks Templeton, Evidence of Purpose - Scientists Discover the Creator, Continuum, New York 1994, p.103
151. John Clover Monsma, The Evidence of God in an Expanding Universe, p. 165
152. Newsweek, July, 20, 1998, p.49
153. John Clover Monsma, The Evidence of God in an Expanding Universe, p. 155
154. Newsweek, July, 20, 1998, p.49
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
10 Temmuz 2016 Pazar
Bab 5: Ilmuwan Yang Meyakini Keberadaan Tuhan (2/2)
Kaydol:
Kayıt Yorumları (Atom)
Hiç yorum yok:
Yorum Gönder